Rabu, 16 Juli 2014

Benny Wenda bertemu dengan Perwakilan PBB di Swiss

Nominasi Hadiah Nobel Perdamaian sekaligus sebagai Pendiri  Kampanye Papua Barat  Merdeka  Benny Wenda bertemu dengan  Perwakilan PBB dan stafnya dan berbicara di  Konferensi 'Governance yang diselenggarakan oleh Initiative of Change IofC di Caux, Swiss.
Ada banyak masalah serius yang dihadapi Papua Barat tapi ini adalah kesempatan yang sangat baik untuk Benny untuk mengangkat isu HAM dan situasi saat ini di Papua Barat, dengan perwakilan lain dari negara-negara di seluruh dunia.
Secara khusus, Benny mengangkat hak dasar rakyat Papua Barat dan 50 perjuangan untuk Penentuan Nasib Sendiri yang dunia telah dilupakan meskipun pembunuhan dan pemenjaraan politik masih berlanjut hingga hari ini.
Benny mengatakan kepada hadirin, "Kami tidak memiliki keadilan dan kebebasan di bawah kolonialisme Indonesia. Perjuangan kita adalah untuk Hak-hak Politik dan Politik Freedom, bukan untuk keadilan sosial atau ekonomi kita".
Benny diundang ke konferensi oleh IOC dan bertemu dengan perwakilan PBB Michael Moller, Plt Ketua Komisi Ekonomi untuk Eropa dan Kantor PBB di Jenewa.
Selama konferensi, Benny bertemu dengan staf PBB, baik mantan dan sekarang termasuk Mr Ireneo Nimboka.
Dia juga memberikan Tas traditional bilum Papua Barat / PNG  untuk perwakilan di konferensi dari Boston yang akan terus memfasilitasi dukungan bagi rakyat Papua Barat di Amerika Serikat.


Free West Papua Campaign

1 komentar: